Wednesday, April 17, 2013

Ketika Anak Terkena Virus Pornografi

"orang tua bijak adalah orang tua yang selalu hadir di setiap tahap perkembangan anaknya”
keluargadakwatuna.com - Anak merupakan anugerah dari Allah SWT yang patut disyukuri oleh setiap orang tua. Ia adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan untuk masa depan negeri ini. Anak merupakan individu terkecil yang berada dalam tatanan sosial masyarakat.
Menurut pakar psikologi perkembangan Diana E Papalia, anak merupakan individu yang berada dalam rentang pertumbuhan dan perkembangan dari usia 0 tahun hingga 11 tahun sedangkan remaja adalah individu yang berada dalam rentang pertumbuhan dan perkembangan dari usia 11 tahun dan berakhir pada usia 18 hingga 20 tahun.
Rasulullah SAW dalam haditsnya yang disampaikan dari Abu Hurairah mengatakan bahwa “setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ayah dan ibunya yang akan menjadikannya sebagai orang Yahudi, nasrani ataupun majusi” (Dikeluarkan oleh Al-Bukhari 1358, Muslim 2658, Ahmad II: 393, Malik I: 241).
Berdasarkan hadits tersebut, ayah dan ibu merupakan individu yang bertanggung jawab membentuk kepribadian seorang anak baik secara pribadi maupun secara sosial. Hal ini sesuai dengan teori psikologi perkembangan yang menyatakan bahwa kepribadian seseorang dibentuk oleh dua hal yaitu Hereditas (keturunan) dan lingkungan.
Kondisi Realita
Dewasa ini perkembangan teknologi yang begitu pesat memudahkan kita melakukan akses informasi dengan cepat. Penyebaran konten porno melalui media teknologi seperti video/film porno, games, komik online, dan lain-lain merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihindari. Sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2012 terhadap 700 pelajar di 12 SMA di Surabaya tentang perilaku pelajar yang menggunakan Hand Phone mendapatkan hasil 92 persen pelajar putra mengakui di dalam HP nya ada konten porno dan 87 persen pelajar putri mengakui hal serupa.
Survey senada juga dilakukan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati sejak tahun 2008 hingga 2010, sebanyak 67 persen dari 2.818 siswa sekolah dasar (SD) kelas 4, 5, dan 6 di wilayah Jabodetabek mengaku pernah mengakses konten pornografi. Sekitar 24 persen mengaku melihat pornografi melalui media komik. Selain itu, sekitar 22 persen melihat pornografi dari situs internet, 17 persen dari games, 12 persen melalui film di televisi, dan enam persen lewat telepon genggam.
Dampak Pornografi pada Anak & Remaja
Kecanduan (adiksi) pornografi mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil. Penyusutan jaringan otak yang memproduksi Dopamine itu menyebabkan kekacauan kerja Neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan. Dalam hal ini pornografi menimbulkan perubahan konstan pada Neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Donald L. Hilton Jr, MD, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat.
Kecanduan pornografi pada anak dan remaja menimbulkan banyak dampak negatif, di antaranya adalah mengakibatkan ketidakmampuan anak atau remaja tersebut mengontrol perilaku, lemah dalam menerima informasi (susah menangkap pelajaran) dan sulit untuk berkonsentrasi karena kacaunya sistem kerja Neurotransmiter.
Apa yang Harus Dilakukan Oleh Orang Tua?
Untuk mengatasi terjadinya adiksi pornografi pada anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua di antaranya:

  1. Pendekatan religius dengan penanaman nilai-nilai agama sejak dini.
  2. Memperbaiki pola asuh dan pola komunikasi antar anggota keluarga, dan
  3. Pendidikan seks yang tepat sesuai dengan usia anak
Kebersamaan orang tua bersama anak tidak hanya penting dari kuantitas pertemuan akan tetapi kualitas kebersamaan yang lebih penting. Oleh karena itu orang tua bijak adalah orang tua yang selalu hadir di setiap tahap perkembangan anaknya.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More